Elizabeth Susanti- The Longest Calligraphy Break MURI Record

Elizabeth Susanti- Kaligrafi Terpanjang Pecahkan Rekor Muri

http://www.tribunnews.com/regional/2013/02/11/kaligrafi-terpanjang-pecahkan-rekor-muri

TRIBUNNEWS.COM — Dua puluh penulis kaligrafi Cina berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk penulisan kaligrafi Cina terpanjang. Berdasarkan hasil penghitungan oleh panitia yang disaksikan langsung pihak Muri, tercatat panjangnya 271,8 meter.

“Ini memang terlihat lebih cepat juga dibanding estimasi waktu yang direncanakan. Dan berhasil memecahkan rekor terbaru untuk penulisan kaligrafi Cina terpanjang,” kata Damian Awan Rahargo, Deputi Manajer Muri, yang langsung menyaksikan pengukurannya di Lantai 1, Festival Citylink, Jalan Peta, Kota Bandung, Minggu (10/2/2013).

Di Indonesia, kata Damian, Muri pernah mencatat beberapa penulisan kaligrafi Cina dengan kategori terkecil, terbesar, penulisan nama-nama terbanyak, jumlah peserta penulisan kaligrafi terbanyak, dan terpanjang. Rekor terpanjang sebelumnya tercatat di Surabaya tahun 2008 dengan panjang 133,4 meter. “Dan sekarang rekor terpanjang sudah terpecahkan lagi di Bandung,” katanya.

Pemecahan rekor Muri ini, kata Damian, diharapkan bisa menggugah dan menginspirasi masyarakat Indonesia untuk terus berkreasi dan menciptakan inovasi-inovasi, atau memecahkan rekor baru dari kreasi yang pernah ada.

Rachmad Iskandar, Ketua Perhimpunan Seni Kaligrafi dan Lukis Zhonghia Indonesia, mengatakan, semua penulis kaligrafi yang ikut serta dalam pemecahan rekor Muri itu merupakan anggota sekaligus muridnya. Upaya pemecahan rekor Muri ini, diakuinya, sangat berharga bagi semua anggotanya. Selain dapat memacu semangat belajar menulis kaligrafi Cina, juga bisa lebih mengenalkan kaligrafi Cina kepada masyarakat umum.

“Saya sendiri ikut menulis. Yang saya tulis kebanyakan soal syair karya penyair ternama dari zaman Dinasti Tang. Maknanya panjang sekali, tapi intinya menggambarkan keindahan alam dan kata-kata mutiara,” kata Rachmad saat ditemui Tribun sebelum melakukan penulisan.

Selain itu, hadir pula para penulis kaligrafi terkenal lainnya seperti Tjutju Widjaja dan penulis kaligrafi Cina yang tergolong masih muda, Elizabeth Susanti (29).

“Saya merasa sangat senang bisa ikut penulisan kaligrafi ini, apalagi mampu memecahkan rekor sebelumnya,” kata Elizabeth, yang juga dosen di Fakultas Seni dan Design Universitas Kristen Maranatha Bandung.

Menurut Elizabeth, ia senang karena dengan adanya kegiatan seperti ini kaligrafi sebagai seni bisa semakin mendapat perhatian banyak orang, khususnya perhatian dari Festival Citylink, Rong Hua, dan Muri.

“Saya sangat berharap kaligrafi terus berkembang, walaupun ada barrier di bidang bahasa. Tapi dengan melihat ini sebagai seni (abstrak) tentu dapat dinikmati oleh kita semua, bukan hanya kalangan tua yang bisa membaca kaligrafi,” ujarnya.

Nawa Pamungkas, Marketing Communication Manager Festival Citylink, mengatakan, penulisan kaligrafi Cina terpanjang dan memecahkan rekor Muri ini merupakan rangkaian acara menyambut perayaan Imlek 2564 di Festival Citylink yang digelar 17 Januari hingga 17 Februari 2013 yang mengangkat tema “The Love Story of White Snake Legend”.

“Ini kami gelar sebagai bentuk toleransi dalam keberagaman budaya. Maka kami Festival Citylink bekerja sama dengan sekolah musik Swara Moriska/Rong Hua Kota Bandung membuat pemecahan rekor Muri,” katanya.

Sebelumnya di Festival Citylink juga digelar pertunjukan barongsai patok di atrium mal, dilanjutkan dengan penampilan berbagai kesenian tradisional Tionghoa, bodor, bilek, liong, dan tambur naga. (Tribun Jabar/Dedy Herdiana)